bincang hukum

Terlihat Sama, Ini Perbedaan Laporan dan Pengaduan di Kepolisian

Terlihat Sama, Ini Perbedaan Laporan dan Pengaduan di Kepolisian
Bincang Hukum Id - Apa Bedanya Laporan dan Pengaduan di Kepolisian

Bincang Hukum Id – Apakah Sobat familiar dengan istilah laporan dan pengaduan di Kepolisian? Apakah Sobat tahu, perbedaan keduanya? Nah, kali ini Bang Bincang Hukum (Bikum) akan membahas perbedaan diantara laporan dan pengaduan tersebut.

Apa Itu Laporan?

Pengertian dari laporan sendiri sudah diatur dalam pasal 1 ayat 24 KUHP yaitu, “Pemberitahuan yang disampaikan oleh seorang karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana”.

Adapun yang berhak menyampaikan laporan adalah orang yang mengalami, menyaksikan, melihat atau menjadi korban peristiwa tindak pidana baik secara lisan maupun tertulis.

Sementara yang wajib dilaporkan adalah setiap orang yang mengetahui pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana terhadap ketentraman umum atau terhadap jiwa orang atau terhadap hak milik.

Dalam hal ini, pihak berwajib akan melakukan penyelidikan setelah adanya laporan untuk memastikan kebenaran ada atau tidaknya sebuah peristiwa tindak pidana tanpa melihat pelapor korban atau bukan.

Misalnya, Sobat Bikum melihat tindak pidana pembunuhan baik tetangga, keluarga atau bahkan orang lain yang tidak dikenal dengan pelaku atau korbannya, Sobat berhak untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian.

Apa Itu Pengaduan dan Delik Aduan?

Pengertian dari pengaduan sudah sangat jelas disebutkan dalam pasal 1 ayat 25 KUHP yaitu “Pemberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan kepada pejabat yang berwenang untuk menindak menurut hukum seorang yang telah melakukan tindak pidana atau merugikannya”.

Orang yang berkepentingan dalam hal ini dan boleh menyampaikan pengaduan adalah korban (tidak boleh diwakilkan) atau orang yang dirugikan menurut hukum.

Ketika terdapat sebuah pengaduan kepada bihak berwajib harus terlebih dahulu mengkualifikan apakah aduan tersebut merupakan delik aduan atau bukan dengan melihat kapasitas sang pelapor. Jika tidak ada unsur delik aduan, maka tidak bisa dilakukan penuntutan.

Sedangkan dalam Pasal 75 KUHP Delik Aduan diartikan sebagai tindak pidana tertentu yang penyelesaiannya menurut Hukum dapat dilakukan oleh pejabat yang berwenang apabila ada permintaan untuk dituntut perkaranya atau pelakunya.

Dari segi penuntutannya, Delik Aduan dibagi menjadi dua macam :

1.Delik Aduan Absoulute

Dalam delik ini yang dituntut perkaranya, penuntutannya tidak dapat dibelah (semua pelakunya harus dituntut). Contohnya, Pasal 284 KUHP (Pasal Perzinahan), semua pelakunya harus dituntut karena yang menjadi objek tuntutannya adalah perkaranya.

Bunyi permintaan untuk menuntut:
“Saya meminta perkaranya dituntut sesuai hukum yang berlakunya”. Kalimat ini dituliskan pada blanko laporan polisi oleh petugas yang menerima.

Kejahatan yang termasuk dalam delik ini seperti :

  • Kejahatan Penghinaan (Pasal 310 s/d 319 KUHP) kecuali pasal 316
  • Kejahatan-kejahatan susila (Pasal 284, pasal 287, pasal 293 dan pasal 332 KUHP)
  • Kejahatan membuka rahasia (Pasal 322 KUHP)

2. Delik Aduan Relatife

Dalam delik ini yang dituntut adalah pelakunya, penuntutannya dapat dibelah. Contohnya Pasal 367 KUHP (Pasal Pencurian dalam Keluarga)
Apabila pelakunya lebih dari 1 orang, maka atas permintaannya dapat hanya 1 atau 2 orang saja yang dituntut.

Bunyi permintaan untuk menuntut:
“Saya minta pelakunya nama…………. dituntut sesuai hukum yang berlaku”. Kalimat ini dituliskan pada blanko laporan polisi oleh petugas yang menerima.

Kejahatan yang termasuk dalam delik ini seperti:

  • Pencurian dalam keluarga, dan kejahatan terhadap harta kekayaan yang lain yang sejenis (Pasal 367 KUHP)
  • Pemerasan dan ancaman (Pasal 370 KUHP)
  • Penggelapan (Pasal 376 KUHP)
  • Penipuan (Pasal 394 KUHP)
  • Tentang Pengaduan ini, dapat Sobat temukan dalam Pasal 72-75 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana).
Perbedaan Laporan dan Pengaduan

Lalu apa perbedaan mendasar dari kedua istilah tersebut? Secara isi dan aturan-aturan, perbedaan kedua istilah itu dibedakan sebagai berikut:

  1. Laporan dapat dilakukan pada semua macam tindak pidana. Sedang pengaduan hanya dapat dilakukan pada tindak pidana tertentu saja yang mensyaratkan harus adanya pengaduan pada tindak pidana tersebut.
  2. Laporan diajukan oleh siapa saja yang mengalami atau melihat sebuah tindak pidana atas dasar hak atau kewajibannya. Sedangkan pengaduan hanya dapat diajukan oleh orang yang mengalami peristiwa tindak pidana tersebut atau orang-orang yang berkepentingan menurut hukum.
  3. Laporan dapat diajukan kapan saja selama tidak melewati batas waktu kadaluwarsa tindak pidana tersebut. Sedangkan pengaduan hanya dapat diajukan dalam tenggang waktu enam bulan sesudah yang mengadukan mengetahui peristiwa tindak pidana tersebut.
  4. Laporan yang sudah masuk kepada pihak berwajib tidak dapat dicabut atau ditarik kembali. Sedangkan pengaduan yang sudah masuk kepada pihak kepolisian tidak dapat ditarik atau dicabut kembali karena pengaduan berisi permintaan dari orang yang mengalami tindak pidana untuk menuntut pelaku tindak pidana.

Itulah Sob perbedaan dari pelaporan dan pengaduan dalam kepolisian. Tetap waspada yah Sob, karena kejahatan tidak pernah bisa kita duga.

Penulis: Nakhri Anshory
Editor: Ratu A



data-order-by="social" data-colorscheme="light">