bincang hukum

Punya Produk tapi Belum Memiliki Sertifikat Halal, Begini Cara Mengajukannya

Punya Produk tapi Belum Memiliki Sertifikat Halal, Begini Cara Mengajukannya
Bincang Hukum Id - Prosedur dan Cara Mendapatkan Label Halal MUI

Bincang Hukum Id – Hai Sobat Bincang Hukum, beberapa waktu yang lalu, ada yang bertanya terkait cara pengajuan sertifikat halal dari MUI. Jika Sob, seorang pengusaha produk, baik itu makanan maupun obat hingga kecantikan dan memerlukan sertifikasi MUI, simak artikel ini hingga selesai ya Sob.  

Langsung saja kita bahas, berikut ini 8 tahapan yang harus Sob ikuti untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI:

Produsen harus mengikuti pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH)

Pertama, Sobat harus mengikuti pelatihan SJH yang diadakan LPPOM MUI, baik berupa pelatihan reguler maupun pelatihan online (e-training) agar perusahaan memahami persyaratan sertifikasi halal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH)

Kedua, Sobat harus menerapkan SJH sebelum melakukan pendaftaran sertifikasi halal, antara lain: penetapan kebijakan halal, penetapan Tim Manajemen Halal, pembuatan Manual SJH, pelaksanaan pelatihan, penyiapan prosedur terkait SJH, pelaksanaan internal audit dan kaji ulang manajemen.

Untuk membantu perusahaan dalam menerapkan SJH, LPPOM MUI membuat dokumen pedoman yang dapat dipesan dalam website MUI.

Menyiapkan dokumen sertifikasi halal

Ketiga, Sobat harus menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk sertifikasi halal, antara lain: daftar produk, daftar bahan dan dokumen bahan, daftar penyembelih (khusus Rumah Pemotongan Hewan), matriks produk, Manual SJH, diagram alir proses, daftar alamat fasilitas produksi, bukti sosialisasi kebijakan halal, bukti pelatihan internal dan bukti audit internal.

Melakukan pendaftaran sertifikasi halal (upload data)

Keempat, Sobat harus melakukan pendaftaran sertifikasi halal secara online di sistem Cerol melalui website LPPOM MUI, Sobat harus membaca user manual Cerol terlebih dahulu untuk memahami prosedur sertifikasi halal yang dapat diunduh dalam website MUI.

Selanjutnya, Sobat harus melakukan upload data sertifikasi sampai selesai, baru dapat diproses oleh LPPOM MUI.

Melakukan monitoring pre-audit dan pembayaran akad sertifikasi

Kelima, setelah Sobat melakukan upload data sertifikasi, Sobat harus monitoring pre-audit dan pembayaran akad sertifikasi. Monitoring pre-audit disarankan dilakukan setiap hari untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian pada hasil pre-audit.

Pembayaran akad sertifikasi dilakukan dengan mengunduh akad di Cerol, membayar biaya akad dan menandatangani akad, untuk kemudian melakukan pembayaran di Cerol dan disetujui oleh Bendahara LPPOM MUI.

Pelaksanaan audit

Keenam, audit dapat dilaksanakan apabila perusahaan Sobat sudah lolos pre-audit dan akad sudah disetujui. Audit dilaksanakan di semua fasilitas yang berkaitan dengan produk yang disertifikasi.

Melakukan monitoring pasca audit

Ketujuh, setelah melakukan upload data sertifikasi, Sobat harus melakukan monitoring pasca audit. Monitoring pasca audit disarankan dilakukan setiap hari untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian pada hasil audit, dan jika terdapat ketidaksesuaian agar dilakukan perbaikan.

Memperoleh Sertifikat halal

Kedelapan, Sobat dapat mengunduh Sertifikat halal dalam bentuk softcopy. Sertifikat halal yang asli dapat diambil di kantor LPPOM MUI Jakarta dan dapat juga dikirim ke alamat perusahaan Sobat. Sertifikat halal berlaku selama 2 (dua) tahun yah sob.

Nah, begitulah mekanisme pendaftaran sertifikasi MUI yah Sob, semoga dapat membantu Sobat yang akan maupun yang sedang mengajukan sertifikasi halal. Jika masih ada hal yang ingin ditanyakan, Sobat bisa hubungi kami melalui chat whatsapp, dm instagram @bincanghukum.id maupun email bincanghukumid@gmail.com.

Penulis: M.E Burhanudin

Editor: Ratu



data-order-by="social" data-colorscheme="light">