bincang hukum

Perwalian Anak Dibawah Umur dalam Menjual Barang Warisan, Bagaimana Aturannya?

Perwalian Anak Dibawah Umur dalam Menjual Barang Warisan, Bagaimana Aturannya?
Bincang Hukum Id - Aturan Perwalian Anak di Bawah Umur dalam Menjual Barang Warisan

Bincang Hukum Id – Ada yang bertanya pada Bang Bincang Hukum (Bikum) bagaimana sebenarnya aturan perwalian anak dibawah umur dalam menjual barang warisan? Yuk, kita langsung bahas saja ya Sob.

Jadi gini Sob, perwalian (minderjarigheid) adalah bentuk perwakilan oleh seseorang kepada subyek hukum yang belum mempunyai kecakapan hukum (bevoegheid), yaitu mereka yang masih dibawah umur (anak yang belum mencapai usia 18 tahun) untuk menjaga dan menjamin kepentingan anak dimasa yang akan datang. 

Dengan adanya penetapan atas perwalian terhadap anak dibawah umur ini, Sob semua bisa melakukan kepentingan untuk keperluan atau kebutuhan sang anak, selama itu untuk kepentingan dan kemaslahatan anak.

Meskipun menurut hukum, ayah dan ibu kandung merupakan orang tua sekaligus wali, baik terhadap diri maupun harta dari anak-anaknya.

Namun dalam praktik hukum perdata seperti menjual harta milik anak, orang tua kandung sekalipun perlu mendapatkan penetapan dari pengadilan atas keabsahannya sebagai wali bagi anak kandungnya sendiri.

Kemudian bagi Sob yang beragama Islam dan ingin mengajukan permohonan perwalian anak dibawah umur, dapat diajukan di Pengadilan Agama domisili pemohon, yang diajukan untuk menjaga dan menjamin kepentingan anak dimasa yang akan datang.

Seperti untuk sekolah anak, untuk menjadi wali dalam mengizinkan anak untuk masuk dan menjadi Anggota TNI, untuk menjual harta peninggalan ayah atau ibu si anak dan lain sebagainya, sampai anak tersebut dewasa atau cakap hukum (bevoegheid).

Sedangkan untuk Sob yang non muslim pengajuan permohonan perwalian terhadap anak dibawah umur diajukan di Pengadilan Negeri tempat berdomisilinya pemohon. 

Permohonan Perwalian Anak untuk Menjual Warisan?

Sobat yang beragama Islam, setelah mendapatkan permohonan perwalian anak dapat mengajukan permohonan izin menjual harta berupa sebatas harta tidak bergerak (tanah dan bangunan) ke Pengadilan Negeri.

Lalu bagaimana dengan pemohon non muslim? Pemohon non muslim dapat sekaligus melakukan permohonan perwalian anak sekaligus Mengajukan permohonan izin menjual harta warisan.

Berikut ini dokumen-dokumen yang harus disiapkan ketika melakukan permohonan perwalian anak ke Pengadilan:

  • Buku Nikah Kedua Orang Tua
  • Kartu Keluarga
  • Akta Kelahiran Anak
  • KTP Pemohon
  • Surat Keterangan Kematian dan
  • Surat Penetapan Ahli Waris dari Pengadilan atau dari kelurahan.

Jika semua dokumen ini sudah lengkap, Sob bisa langsung saja datang ke pengadilan dan ikuti prosesnya hingga selesai.

Gimana So, sudah paham alur perwalian anak dalam menjual harta warisan? Jika masih ada kebingungan, Sob bisa langsung hubungi kami untuk konsultasi secara gratis.

Penulis: Fathul Anwar Fauzi
Editor: Ratu A



data-order-by="social" data-colorscheme="light">