bincang hukum

Masih Bingung Apa Bedanya Bunga dan Margin? Ini Penjelasannya

Masih Bingung Apa Bedanya Bunga dan Margin? Ini Penjelasannya
Bincang Hukum Id - Apa Bedanya Bunga dan Margin

Bincang Hukum Id – Sob tahu kah bedanya margin bank syariah dengan bunga di bank konvensional? Jika dilihat sepintas, memang tidak jauh berbeda yah Sob antara margin dengan bunga, semuanya sama-sama ada tambahan dari nilai pembiayaan ataupun kredit yang dikeluarkan oleh pihak bank, baik syariah maupun konvensional.

Lalu, kira-kira dimana letak perbedaan antara margin bank syariah dan bunga bank konvensional? Kalau begitu mari simak baik-baik penjelasan Bank Bincang Hukum (Bikum) berikut ini.

Apa Itu Bunga Bank?

Nah Sobat Bikum, bunga bank ini adalah nilai lebih yang harus diberikan oleh nasabah kepada bank konvensional atau sebaliknya, sebagai imbalan atau balas jasa yang diberikan oleh bank kepada nasabah, ataupun balas jasa dari bank kepada nasabah karena telah menyimpan atau mendepositokan uangnya ke bank konvensional.

Baik itu pinjaman/kredit, simpanan, deposito, giro dan lain sebagainya akan mendapat balas jasa berupa bunga bank yah sob.

Perhitungan sistem bunga ini menggunakan floating rate system (tingkat bunga mengambang), dengan kata lain besarnya bunga yang dibebankan pada peminjam bisa berubah sesuai dengan perkembangan tingkat bunga di pasar.

Maka jangan heran kalo angsuran kredit yang dibayarkan berubah ditengah jalan yah sob, biasanya besar presentase bunga dikaitkan dengan jumlah uang yang dipinjamkan dan juga bunga akan mengembang seiring dengan lamanya waktu pemakaian uang pinjaman/kredit.

Lalu Apa itu Margin?

Margin merupakan keuntungan atau profit yang diambil oleh bank dari nasabah, istilah margin sendiri hanya diimplementasikan pada transaksi ataupun akad yang bersifat jual beli juga sewa/jasa (ijaroh) jadi kebutuhan nasabah seperti mobil, rumah dan lain-lain akan dibelikan oleh pihak bank syariah, lalu nasabah akan membeli barang kebutuhan tersebut dari bank dengan profit atau margin yang disepakati bersama diawal akad.

Atau bank memberikan kuasa (wakalah) atau mewakilkan kepada nasabah untuk membeli kebutuhannya, nah nanti pihak bank syariah yang akan membayarnya dan nasabah akan membayar ke bank syariah dengan cara dicicil berikut margin yang telah disepakati bersama.

Nasabah yang menyimpan uang seperti menabung, deposito, giro dan lain sebagainya, lalu pihak bank memberikan hasil profit dari pengelolaan kepada nasabah, maka itu bukan margin yah sob tapi istilahnya nisbah atau bagi hasil dalam bahasa Indonesia.

Nisbah merupakan balas jasa dari bank syariah kepada nasabah sesuai dengan kesepakatan diawal akad atau kontrak.

Jika Sobat Bikum melakukan pembiayaan (kredit) di bank syariah, maka akan dihadapkan pada dua pilihan, yatiu akad produktif sifatnya profit oriented (Tijarri) atau akad konsumtif sifatnya Non-profit oriented (Tabarru).

Kedua akad ini mempunyai fungsi yang berbeda yah sob, kalau akad produktif bisa pembiayaan seperti jual-beli (Murobahah) yang keuntungannya disepakati diawal, bisa juga menggunakan akad kerjasama (Mudharabah, Syirkah) dengan bank syariah sebagai pemilik modal (Shhibul Maal/investor) dan nasabah sebagai pengelola (mudharib) dengan pembagian presentasi profit and lost sharing atau bagi untung dan juga bagi kerugian.

Ketika Sobat Bikum telat atau kredit macet maka akan diperingati oleh bank, namun bila sobat mengindahkan peringatan tersebut makan akan dikenakan Ta’widh ataupun denda, ini berlaku dalam akad jual-beli (murabahah) ataupun sewa (ijaroh).

Namun dalam akad kerjasama, kemudian nasabah mengalami kerugian maka akan dibagi sesuai prosentase diawal akad  yang telah disepakati (profit and lost sharing).

Margin Bank Syariah Lebih Mahal dari Konvensional?

Namun masih ada juga kelemahan dari bank syariah, proses pencairan pembiayaan relatif lama karena bank syariah mengedepankan asas ikhtiyati atau kehati-hatian yang ketat, sehingga nasabah harus bersabar menunggu, dan nilai margin biasanya dikomparasikan dengan nilai suku bunga di pasaran, jadi perbedaannya tidak terlalu jauh.

Kemudian masih banyak masyarakat yang menilai margin bank syariah lebih mahal dari bunga bank konvensional.

Margin pada bank syariah dan bunga pada bank konvensional keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yah Sob, di Indonesia sendiri sudah menganut dual banking system, jadi masyarakat boleh memilih bank dengan system apa yang mereka sukai, tapi tidak ada salahnya untuk memilih bank syariah yang sudah sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Yuk Kita Beralih ke Ekonomi Syariah!

Penulis: M.E Burhanudin

Editor: Ratu



data-order-by="social" data-colorscheme="light">