bincang hukum

Jika Ijazah Ditahan di Tempat Kerja, Ini Pengaturannya

Jika Ijazah Ditahan di Tempat Kerja, Ini Pengaturannya
Bincang Hukum Id-Jika Ijazah Ditahan Perusahaan

Hai Sob, kali ini Bang Bikum mau kasih informasi nih tentang ijazah yang ditahan ditempat kerja. Sebetulnya, bolehkah gak sih perusahaan menahan ijazah karyawan? Atau Sobat pernah ngalamin hal serupa?

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tidak ada aturan yang membolehkan perusahaan menahan surat-surat berharga milik karyawan, termasuk ijazah.

Bagaimana jika perusahaan tetap meminta ijazah sebagai syarat kerja, apa perusahaan tersebut melanggar hukum?

Sebetulnya, hukum ketenagakerjaan di Indonesia tidak mengatur tentang penahan ijazah ini. Namun jika ijazah dijadikan jaminan dengan adanya kesepakatan antarkedua belah pihak baik pekerja maupun perusahaan maka hukumnya menjadi boleh.

Artinya, penahanan ijazah oleh perusahaan diperbolehkan selama ada kesepakatan antarkedua belah pihak, yakni karyawan dengan pemberi kerja dan masih terikat dalam hubungan kerja. Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja yang mengikat karyawan dengan perusahaan dalam hubungan kerja, baik secara lisan maupun tertulis.

Hal tersebut Sesuai ketentuan Pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata yang memuat tentang syarat sah suatu perjanjian, penggunaan ijazah sebagai jaminan kerja dinyatakan dapat diterima dan sah. Oleh karena hal tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu pihak perusahaan dan pekerja. Dan kedua belah pihak telah memberikan persetujuannya sehingga terjadi keterikatan mereka secara hukum sebagaimana pasal 1313 KUH Perdata.

Memang Sob, hingga kini belum ada peraturan pemerintah yang dengan tegas mengaturnya, sehingga sampai saat ini status ijazah sebagai jaminan kontrak adalah menjadi sah menurut hukum.

Ijazah dalam kasus ini merupakan jaminan kebendaan karena bersifat materiil. Karyawan kehilangan kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan membayar penalti sebagai uang tebusan untuk mendapatkan ijazah kembali bilamana mengundurkan diri sebelum masa kontrak berakhir.

Menahan sebuah ijazah sebenarnya punya banyak resiko yang merugikan bagi karyawan dan perusahaan jika sewaktu-waktu ijazah itu hilang, rusak, dan terkena bencana, maka perusahaan dapat dituntut balik oleh karyawan. Sehingga menurut Bang Bikum perlu  berhati-hati terhadap kontrak kerja yang syaratnya menahan ijazah.

Lalu bagaimana jika ijazah karyawan tetap ditahan dan tidak dikembalikan setelah yang bersangkutan berhenti bekerja?

Sobat dapat melakukan beberapa cara-cara kekeluargaan terlebih dahulu. Misalnya, dengan mendatangi perusahaan tersebut untuk meminta kembali ijazah tersebut.

Akan tetapi, apabila memang pihak perusahaan tidak mau mengembalikan ijazah itu, karyawan tersebut dapat ditempuh secara perdata dengan menggugat perusahaan tersebut atas dasar perbuatan melawan hukum sebagaimana Pasal 1365 KUH Perdata atau ditempuh secara pidana dengan melaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan sebagaimana Pasal 372 KUH Pidana.

Penulis: Ahmad Jamaludin SH.,MH



data-order-by="social" data-colorscheme="light">