bincang hukum

Belum Bayar Cicilan, Bisakah Kendaraan Diambil Debt Collector?

Belum Bayar Cicilan, Bisakah Kendaraan Diambil Debt Collector?
Bincang Hukum Id - Cara Menghadapi Debt Collector

Bincang Hukum Id – Pernahkan Sobat melihat bahkan mengalami sendiri penarikan kendaraan oleh debt collector karena telat membayar cicilan? Sebenarnya bisa atau tidak, debt collector melakukan hal tesebut?

Aturan debt collector, saat ini sudah ada dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK.010/2012. Isi aturan PMK ini salah satunya larangan leasing menggunakan debt collector untuk menarik paksa kendaraan karena tunggakan cicilan.

Dengan adanya larangan ini, maka perusahaan leasing diwajibkan mencantumkan aturan fidusia. Apa itu fidusia? Dalam Undang-undang No 42 Tahun 1999, fidusia adalah proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dengan dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan.

Fidusia ini, biasanya dimasukan dalam perjanjian kredit kendaraan, dan kita juga membayar biaya jaminan fidusia setiap bulannya.

Tujuannya untuk menghindarkan kendaraan kita dari debt collector. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan di atas, perusahaan leasing wajib mendaftarkan fidusia paling lambat 30 hari semenjak dibuat perjanjian kredit ditandatangani. Sanksi jika melanggar, perusahaan leasing tersebut bisa dibekukan.

Bagaimana jika debitur lalai mencicil?

Perlu Sobat ketahui, perjanjian kredit kendaraan yang sudah didaftarkan fidusia lalu pihak debitur atau konsumen lalai dalam pembayaran kewajibannya (cicilannya), maka pihak leasing harus menempuh jalur hukum.

Eksekusi penarikan kendaraan bermotor hanya bisa dilakukan melalui putusan pengadilan bukan oleh debt collector. Eksekutornya hanyalah dari badan penilai harga yang resmi atau badan pelelangan umum. Selain itu, Dalam peraturan Kapolri No 8 Tahun 2011 pihak yang berwenang menarik kendaraan kredit bermasalah hanyalah kepolisian.

Bagaimana jika tetap ada leasing yang memakai debt collector untuk menarik kendaraan kredit bermasalah?

Sobat harus memastikan bahwa perjanjian yang ditandatangani antara leasing dan konsumen sudah didaftarkan jaminan fidusial. Jika tetap didatangi dan akan diambil paksa kendaraan milik Sobat oleh debt collector, bisa dipastikan pihak leasing telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Debt collector yang menarik kendaraan termasuk perampasan Sob, dan bisa dijerat dengan pasal 368 KUHP. Selain itu dapat termasuk pelanggaran terhadap hak konsumen (Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen).

Langkah-langkah yang dapat Sobat lakukan ketika menghadapi kondisi seperti ini, diantaranya:

  1. Melakukan mediasi sebagai upaya alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)
  2. Melaporkan tindak pidana perampasan kendaraan kepada pihak kepolisian
  3. Mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri terkait penarikan kendaraan secara paksa

Demikian sedikit penjelasan Bang Bikum (Bincang Hukum) tentang cicilan kendaraan dan menghadapi debt collector Sob. Tetap hati-hati dan baca secara teliti ketentuan saat akan melakukan kredit kendaraan ya. Untuk pertanyaan dan konsultasi gratis bisa langsung menghubungi kami melalui whatsapp atau email.

Penulis: Nakhri Anshory

Editor: Ratu A



data-order-by="social" data-colorscheme="light">