bincang hukum

Bagaimana Hukumnya Nge-PRANK? 

Bagaimana Hukumnya Nge-PRANK? 
Bincang Hukum Id - Ini Hukumnya Prank

Bincanghukum.id – Sobat Bincang Hukum pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah prank yang sering dilakukan dalam konten-konten youtuber di Indonesia. Kemudian, bagaimana sih hukumnya nge-prank ini? Yuk kita ulas bareng-bareng.

Secara sederhana, prank bisa diartikan sebagai gurauan atau candaan yang dilakukan kepada seseorang untuk sebuah kepuasan. Perbuatan jahil semacam ini sebetulnya bebas dari hukum Sob, selama kedua belah pihak menerima dan tidak ada masalah.

Bagaimana jika kita sebagai korban prank tidak mau menerima dan tidak setuju dengan kegiatan prank yang menjadikan kita sasarannya? Maka si pembuat prank dapat dipidanakan dengan menggunakan pasal 310 KUHP dan Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang ITE. 

Penjelasan pertama, dalam pasal 310 KUHP ayat (1)  disebutkan bahwa  “Barang siapa dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan suatu perbuatan, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 4.500,-“.

Harus Sobat semua ketahui, bahwa konteks menyerang dalam pasal ini adalah perasaan mengenai kehormatan dan nama baik bukan fisik yang menimbulkan situasi tidak nyaman dari si korban. Ancaman pidana yang disertakan dalam pasal ini adalah pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Penjelasan kedua, prank yang tanpa kesepakatan kedua belah pihak dapat dijerat dengan Undang-undang No.19 Tahun 2016 tentang ITE jika menggunakan media elektronik baik video atau gambar yang dipublish di media sosial.

Pasal 27 ayat (3) menyebut “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik”. Maka akan dikenakan sanksi yang disebutkan dalam Pasal 45 ayat (3) yaitu  pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp. 750.000.000.

Pembuat prank baik youtuber atau bukan asalkan dengan sengaja mempublish kontennya ke media sosial dengan tanpa persetujuan atau menimbulkan situasi tidak nyaman dari si korban prank dapat dijerat dengan pidana penghinaan atau pencemaran nama baik berdasarkan pasal 27 ayat (3) UU ITE jo. Pasal 45 ayat (3) UU ITE No 19 tahun 2016.

Bisa Dipidana Jika ada Aduan

Tetapi harus Sobat perhatikan juga, bahwa jeratan hukum pidana ini dapat dilakukan jika korban mengadukannya karena ketentuan dalam pasal ini adalah delik aduan. Jika Sobat tidak melakukan pengaduan maka tidak akan ada tindakan dari pihak Kepolisian.

Itulah Sob sedikit sharing dari Bang Bikum terkait hal yang happening di lini media sosial  kita. Tetap berkarya sekreatif mungkin tanpa keluar dari batasan peraturan yang berlaku ya Sob.

Penulis: Nahry Anshori



data-order-by="social" data-colorscheme="light">