bincang hukum

Bagaimana Hak Korban Dari Kecelakaan Pesawat? Dan Berapa Ganti Ruginya?

Bagaimana Hak Korban Dari Kecelakaan Pesawat? Dan Berapa Ganti Ruginya?
Bincang Hukum Id - Hak Korban Dari Kecelakaan Pesawat

Bincang Hukum Id – Pesawat adalah salah satu transportasi udara yang sangat efektif dan cepat, iya kan Sob. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa tidak sedikit juga yang mengalami kecelakaan pesawat.

Nah, dalam tulisan kali ini, Bang Bikum (Bincang Hukum) akan mengulas hak-hak korban dalam kecelakaan pesawat yang sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Aktifitas penerbangan di Indonesia berstandar kepada UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan salah satunya pasal tentang jaminan atas hak-hak korban kecelakaan pesawat, dimana maskapai memiliki tanggungjawab secara penuh terhadap ahli waris para korban.

Sebagaimana dalam Pasal 141 ayat 1, 2 dan 3 berbunyi :
(1) Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat hidup, atau luka-luka yang diakibatkan kejadian udara di dalam pesawat dan/atau naik turun pesawat udara.

(2) Apabila kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) timbul karena tindakan sengaja atau kesalahan dari pengangkut atau orang yang dipekerjakannya, pengangkut bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dan tidak dapat mempergunakan ketentuan dalam undang-undang ini untuk membatasi tanggung jawabnya.

(3) Ahli waris atau korban sebagai akibat kejadian angkutan udara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat melakukan penuntutan ke pengadilan untuk mendapatkan ganti kerugian tambahan selain ganti kerugian yang telah ditetapkan.

Berapa ganti rugi yang harus diterima korban?

Yuk kita simak,  berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara diatur mengenai Jenis Tanggung Jawab Pengangkut dan Besaran Ganti Kerugian.

Di Pasal 3 Peraturan Menteri Perhubungan itu disebutkan, jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a.

Penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau dengan pengangkutan udara diberikan ganti rugi sebesar Rp.1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang.

Kemudian, penumpang yang meninggal dunia saat proses meninggalkan ruang tunggu bandar udara atau proses turun dari pesawat udara menuju ruang kedatangan di bandar udara tujuan, ganti ruginya sebesar Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) perpenumpang.

Selain itu, penumpang yang mengalami cacat tetap atau total harus mendapat ganti rugi sebesar Rp.1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang.

Cacat total ini misalnya, korban kehilangan penglihatan dari dua matanya, juga terputusnya satu tangan atau kaki.

Lalu bagaimana dengan penumpang yang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan? Korban yang harus menjalani perawatan harus mendapat biaya perawatan sebesar Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) per penumpang

Jadi, sudah jelas ya Sob, bahwa kerugian yang menimpa korban kecelakaan pesawat atas kelalaian pengangkut dapat dituntut dan mendapat hak ganti kerugian yang harus diterima oleh korban kecelakaan pesawat. (Subki Azfar Tsani/Ratu A)



data-order-by="social" data-colorscheme="light">